Get Adobe Flash player


TLB Edisi 119

Banner


T & T Edisi 43

Banner

Target Iman WEC sampai tahun 2018

- Menjangkau 33 suku baru

- Penanaman gereja di 180 lokasi baru

- Merekrut 1200 pekerja baru

- Memulai jaringan doa untuk setiap suku


 

LANGKAH-LANGKAH PRAKTIS UNTUK MELIBATKAN GEREJA LOKAL DALAM MISI

 

Sering sekali gereja tidak mau melibatkan diri dalam misi sedunia. Ada banyak rintangan untuk pelayanan lintas budaya. Bagaimana menghadapi rintangan tersebut?

Mengatasi Alasan-alasan yang Merintangi

Ada 4 alasan yang merintangi gereja lokal memenuhi tugas misinya.

 

Alasan yang Pertama ialah: “Kami tidak mengerti”

1. Pemimpin dan warga jemaat merasa tidak mengerti apa itu MISI.

2. Jemaat tidak merasa tertarik pada pokok Misi.

3. Jemaat hanya mengetahui sedikit tentang Misi.

4. Jemaat merasa tidak mempunyai waktu untuk menyibukkan diri dengan Misi.

Alasan yang Kedua ialah: “Kami belum siap” dengan argumen seperti berikut:

1. Jemaat tidak mendapat kesempatan untuk belajar tentang Misi.

2. Gembala merasa seluruh perhatian jemaat harus dicurahkan pada usaha mendewasakan para anggota.

3. Ketua Majelis mengatakan: “Jemaat kami baru dibuka dua tahun yang lalu, dan kami belum mempunyai gedung gereja sendiri. Jadi kurang tepat bicara soal Misi dengan kami”.

 

Alasan Ketiga ialah: “Kami terlalu sibuk”.

Gereja kami sedang menjalankan program besar agar anggota kami menjangkau tetangga mereka untuk Kristus, jadi kami belum bisa memikirkan tentang Misi.

 

Alasan Keempat ialah: “Pemimpin gereja kami tidak terbeban”.

Masih ada jutaan orang di daerah kita sendiri yang belum mengenal Kristus, saya tidak bisa merepotkan diri dengan pulau atau negara lain. Keluh seorang pendeta.

 

Bagaimana Mengatasi Keempat alasan ini?

1. Berdoa dan puasa bagi para pemimpin agar mereka mendapat beban untuk Misi.

2. Sambil mendoakan para pemimpin, membagi beban Misi secara bijaksana dengan mereka.

3. Terus menerus mendekati pemimpin gereja agar gereja mengadakan program Misi.

4. Membagikan literatur, baik buku maupun majalah Misi, dan informasi digital kepada teman-teman di gereja.

5. Berdoa agar gereja membuka komisi atau seksi Misi.

6. Bersedia untuk dipilih sebagai pengurus komisi atau seksi Misi.

7. Mengumpulkan dana untuk Misi lintas budaya.