Fokus Hidup
1 Kor 1:18-24
Baru baru ini saya mendengar tentang kisah seorang hamba Tuhan yang dulunya sangat injili dan berapi-api untuk PI, sekarang berubah pandangan. Ia tidak lagi mejadikan Alkitab sebagai satu satunya kebenaran, tetapi juga mengatakan bahwa semua agama menyelamatkan. Mengapa semua hal tersebut dapat terjadi? Ada banyak alasan yang bisa kita ungkapkan tentang kejatuhan iman seseorang, tetapi saya ingin kita melihat 1 alasan saja, yaitu fokus hidup seseorang.
Orang-orang Yahudi memfokuskan hidupnya hanya pada tanda-tanda ajaib. Hari-harinya dihabiskan hanya untuk melihat dan mencari tanda. Kalau tidak ada tanda yang nyata, mereka takut dan tidak mau melangkah. Hidup mereka diikat oleh peraturan-peraturan manusia. Karena terlalu berfokus pada peraturan dan tanda, mereka tidak lagi mengandalkan Tuhan, sehingga tanda yang jelas dari Allah tentang kedatangan Juruselamat, tidak mampu mereka baca, pahami dan alami (ay.22a).
Orang Yunani fokus hidupnya adalah mencari-cari hikmat. Bagi mereka pengetahuan (science) dan akal pikiran yang jenius adalah segala-galanya. Tidak ada yang lebih penting bagi mereka selain mengejar ilmu dan pengetahuan. Mereka tidak tahu bahwa ilmu pengetahuan dari manusia dan dunia ada batasnya. Berapa banyak orang-orang berilmu masuk RS jiwa hanya karena bingung dengan ilmu-ilmunya?
Sekarang, bagaimana dengan kita? Apakah fokus hidup kita ada pada tanda-tanda jaman dan ilmu pengetahuan yang telah banyak menyeret hidup manusia pada perbudakan dosa? Ataukah mata dan hati kita terfokus pada Kristus yang tersalib, yang seharusnya menjadi fokus kesaksian hidup kita tiap-tiap hari?
Kiranya Roh Kudus memimpin hidup kita untuk tetap berfokus pada Kristus. Amin! |